/Kolaborasi Global untuk NTT: Membangun Daerah dengan Kekuatan Diaspora

Kolaborasi Global untuk NTT: Membangun Daerah dengan Kekuatan Diaspora

Tanggal 19 Maret 2024, saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berdiskusi dengan Pak Melki Laka Lena, yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. Pertemuan ini bukan sekadar agenda biasa, tetapi sebuah momen penuh makna yang membuka cakrawala baru tentang bagaimana NTT bisa berkembang melalui pendekatan kolaboratif.

Di sebuah ruangan yang hangat dan penuh semangat di gedung nusantara satu-senayan, kami berbincang panjang lebar tentang banyak hal, dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga peran diaspora NTT di seluruh dunia dalam pembangunan daerah. Yang menarik, Pak Melki tidak hanya berbicara sebagai seorang politisi, tetapi juga sebagai seorang visioner yang memahami betul potensi besar yang dimiliki NTT.

Beliau menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik yang tinggal di NTT maupun mereka yang sudah sukses di luar daerah—para diaspora NTT yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

“NTT ini kaya. Kaya bukan hanya soal alamnya, tapi juga orang-orangnya. Banyak anak NTT yang sudah sukses di luar sana. Masalahnya, bagaimana kita menghubungkan potensi itu untuk membangun daerah?” kata Pak Melki dengan penuh keyakinan.

Saat itu, saya hanya bisa tersenyum dan mengangguk, menyadari bahwa inilah jawaban dari banyak persoalan yang dihadapi NTT selama ini—kurangnya konektivitas antara sumber daya manusia unggul dengan daerah asalnya.


Diaspora NTT: Aset Besar yang Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal

Dalam diskusi itu, kami membahas bagaimana keterlibatan diaspora NTT bisa menjadi game-changer dalam pembangunan daerah. Pak Melki menuturkan bahwa banyak putra/i NTT yang telah berhasil menjadi akademisi, rohaniwan/i, profesional, pengusaha, hingga pejabat di berbagai belahan dunia, tetapi belum ada platform yang secara sistematis menghubungkan mereka dengan daerah asal.

“Kalau diaspora bisa pulang, bukan secara fisik, tapi secara kontribusi, itu akan jadi revolusi bagi NTT,” ujar beliau.

Dari situlah, lahir berbagai gagasan konkret:

  • Membangun jaringan diaspora NTT yang bisa menjadi mentor bagi generasi muda.
  • Membuka peluang investasi bagi diaspora untuk membangun bisnis di NTT.
  • Membawa ilmu dan pengalaman dari luar ke dalam, menciptakan ekosistem yang lebih maju.

Pak Melki menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berbasis pada keunggulan lokal, tetapi dengan mindset global. NTT memiliki keunikan tersendiri—pariwisata yang eksotis, sumber daya alam yang luar biasa, serta budaya yang kaya—tetapi jika tidak dikelola dengan baik dan hanya bergantung pada APBD, maka sulit untuk berkembang.

“Kita harus berpikir di luar kebiasaan. Kita tidak bisa hanya menunggu pemerintah pusat mengucurkan dana. Kita harus menciptakan sistem yang membuat NTT bisa menarik investasi dan tumbuh dari dalam,” tambahnya.


Dari Gagasan ke Visi Besar: Langkah Menuju Kepemimpinan

Percakapan pada hari itu menjadi lebih menarik ketika kami mulai membahas bagaimana konsep ini bisa dieksekusi dalam skala yang lebih besar. Saya bisa merasakan bahwa Pak Melki memiliki visi yang jauh ke depan, tidak hanya sebagai anggota DPR RI pada saat itu, tetapi sebagai seseorang yang ingin benar-benar membuat perubahan nyata untuk NTT.

“NTT harus bangkit, bukan hanya jadi daerah yang dikenal karena pariwisatanya saja, tetapi juga karena manusianya yang unggul. Kalau kita bisa membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan diaspora, NTT bisa menjadi salah satu daerah paling maju di Indonesia Timur,” tegasnya.

Dan hari ini, gagasan besar itu bukan lagi sekadar wacana. Masyarakat telah memberikan mandat dan kepercayaannya kepada Pak Melki Laka Lena untuk memimpin NTT sebagai gubernur selama lima tahun ke depan.

Terpilihnya Beliau bukan hanya sebuah kemenangan politik, tetapi juga sebuah tanda bahwa masyarakat NTT menginginkan perubahan yang nyata. Visi yang dulu hadir dalam diskusi kini menjadi program kerja yang akan membawa NTT ke level yang lebih maju dan mandiri.

Sebagai gubernur, Pak Melki membawa misi besar untuk membangun NTT berbasis kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Program-programnya mengutamakan:
🔹 Pendidikan dan kesehatan yang merata
🔹 Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan pariwisata
🔹 Membangun infrastruktur yang mendukung konektivitas antarwilayah
🔹 Mendorong investasi dan keterlibatan diaspora dalam pembangunan

Ini bukan sekadar janji, tetapi sebuah komitmen nyata untuk membawa NTT keluar dari ketertinggalan dan menjadi daerah yang berkembang pesat.


Kesimpulan: Sebuah Gerakan, Bukan Sekadar Wacana

Saya meninggalkan pertemuan itu dengan sebuah kesadaran baru—bahwa membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Pak Melki Laka Lena tidak hanya berbicara soal program atau janji politik, tetapi tentang sebuah gerakan besar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Saya pun mulai membayangkan, bagaimana jika setiap anak muda NTT yang kini merantau, kembali berkontribusi—membantu satu desa, satu sekolah, atau satu komunitas? Bagaimana jika investor dan pengusaha dari NTT yang sudah sukses, mulai menanamkan modalnya di tanah kelahiran?

Maka, NTT bukan lagi daerah yang hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena inovasi dan kemajuan manusianya.

Saya percaya, perjalanan menuju perubahan besar ini baru saja dimulai. Dan siapa tahu, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat NTT yang benar-benar bangkit, bukan hanya karena kebijakan pemerintah, tetapi karena gerakan bersama yang kita mulai hari ini.

Membangun NTT bukanlah tugas satu orang, melainkan tugas kita semua.


Apa yang Bisa Kita Lakukan?
1️⃣ Jika kamu seorang diaspora NTT, mulai pikirkan bagaimana bisa kembali berkontribusi, entah melalui mentoring, investasi, atau berbagi ilmu.
2️⃣ Jika kamu masih di NTT, jadilah bagian dari perubahan—berinovasi, berpikir maju, dan bangun komunitas yang produktif.
3️⃣ Sebarkan semangat ini! Mari kita bangun NTT bersama-sama, bukan hanya dengan wacana, tetapi dengan aksi nyata!
(Goresan Pena~Eky Gonang)